News

Menlu AS Sebut Krisis Gaza Butuh Pendekatan Baru yang Spesifik

Jakarta (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan krisis di Gaza memiliki karakter unik dan belum bisa diselesaikan oleh lembaga internasional yang ada saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Rubio saat memperkenalkan visi Dewan Perdamaian atau Board of Peace dalam pertemuan perdana yang digelar di Washington DC, Kamis, sebagaimana dipantau dari Jakarta.

“Ini adalah krisis yang sangat unik di Gaza, yang tidak bisa dipecahkan oleh lembaga internasional yang ada. Situasi ini butuh solusi spesifik dan kolaborasi dari semua negara yang hadir, termasuk pengamat,” kata Rubio.

Rubio menekankan pertemuan BoP bisa terlaksana berkat Presiden AS Donald Trump yang memiliki kemampuan dan niat untuk memanfaatkan jabatan demi menciptakan terobosan dalam upaya damai bagi Gaza.

Ia menambahkan kondisi di Gaza tidak bisa diatasi dengan pendekatan lama atau struktur yang sudah ada sehingga BoP dibentuk dengan persetujuan PBB untuk mengumpulkan berbagai negara dan merumuskan strategi yang benar-benar spesifik.

“Kita masih punya jalan panjang. Masih banyak yang harus dilakukan dan ini butuh kontribusi dari setiap negara yang hadir hari ini,” ucap Rubio.

Ia juga berharap inisiatif BoP bisa menjadi model untuk menyelesaikan konflik kompleks lainnya dengan pendekatan serupa.

Rubio menegaskan BoP harus memastikan setiap langkah tepat dan tidak memiliki rencana cadangan karena rencana kedua bisa berarti kembali ke perang, yang tidak diinginkan siapa pun.

“Rencana A adalah satu-satunya jalan ke depan, yaitu membangun kembali Gaza dengan cara yang menciptakan perdamaian yang langgeng, di mana semua orang bisa hidup berdampingan tanpa harus khawatir akan konflik, perang, penderitaan, dan kehancuran,” tutup Menlu AS itu.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: